Kapan Super 3G digelar di Indonesia??

June 26th, 2007 by triyogo

Belum lama berselang layanan teknologi 3G diperkenalkan di Indonesia, bahkan 3.5G diluncurkan oleh berbagai operator, kita juga harus bersiap-siap agar tidak shock mengenal teknologi seluler yang masih pada generasi ketiga yaitu SUper 3G. Teknologi super 3G ini tidak lain adalah HSDPA (High Speed Downlink PAcket Access). Akan tetapi jika 3G atau generasi ketiga dari evolusi komunikasi bergerak ditawarkan dengan kecepatan 384 kbps pada kondisi statis atau bergerak pelan, 128 kbps pada kondisi bergerak/kendaraan dan 2 Mbps untuk kondisi fixed, maka Super 3G menawarkan kecepatan hingga 100 Mbps. Dengan 100 Mbps, pengguna akan leluasa untuk menikmati layanan video, music, video conference, bermain game online, download, dll.

Teknologi mobile ini diramalkan akan menjanjikan di tahun-tahun mendatang dan berpeluang untuk menantang layanan akses internet komunikasi fixed line. Super 3G sekarang tengah digodok oleh konsorsium 3GPP yang terdiri dari 200 vendor telepon
selluler dan operator. Studi awal dipelopori oleh NTT DoCoMo, Alcatel, Lucent, Nokia,
Cingular, Ericsson, Vodafone, Siemens, Qualcomm, MOtorola, Nortel,T-Mobile, dan diharapkan  telah siap pada Juni 2007.

Selain dari infrastruktur jaringan, pengguna juga harus memiliki handset Super 3G yang kompatibel dengan layanan teknologi yang diberikan, seperti Motorola RAZR MAXX, BenQ EF91 dan 02 XDA Trion PDA.Nah, pertanyaannya, kapan SUper 3G digelar di Indonesia?? Hal ini bergantung dari itung-itungan CAPEX dan OPEX operator selluler yang sebelumnya telah menggelar 3G dan kemungkinan kerjasama dengan operator yang telah lebih dulu menerapkan seperti NTT DoCoMo. Jelas operator tersebut perlu untuk perlu berhitung dan berkaca dari layanan 3G yang sekarang
telah digelar dengan tetap mempertimbangkan bagaimana regulasinya, yang jelas SUper 3G ini tetap menggunakan frekuensi 3G sehingga tidak perlu ada regulasi berkaitan pengaturan frekuensi. Melihat dari kemampuan teknologi yang ditawarkan, diharapkan teknologi ini bisa mendorong penetrasi akses informasi maupun internet di Indonesia.

Tutup mata Untuk Empat Mata

May 22nd, 2007 by triyogo

Acara si Tukul memang spektakuler dan bombastis begitu juga dengan perjalanan hidupnya. Empat mata sampai perlu disiarkan hampir tiap hari dengan durasi waktu yang mencapai 1,5 jam, tentunya penambahan waktu tersebut sebenarnya untuk mengakomodasi pemasang iklan yang semakin banyak berbanding lurus dengan penggemarnya yang semakin melonjak. Hal yang tidak mengherankan, penggemar empat mata memuji tukul yang berhasil membawakan peran sebagai seorang manusia yang gemar menghina dirinya sendiri, tanpa perlu menghinakan orang lain. Tukul merepresentasikan sebagai orang desa dan gemar berkata bijak dan terkadang menggunakan bahasa asing yang dalam perannya tersebut tukul berlagak tidak tahu/sok tahu. pada awalnya aku juga menggemari acara ini sebelum fase boomingnya. Akan tetapi makin kesini kok peran yang dibawakan tukul makin membuat muak. Lelucon yang menjurus penghinaan sering terlontar terhadap bintang tamu, tidak pandang bulu siapapun itu. Ya kalau artis yang biasa memerankan tokoh2 lucu dan sering tampil di acara komedi tidak masalah tapi kalau sudah tokoh maysarakat, orang tua, ya ga bisa disamakan. Apalagi leluconnya cenderung tidak mendidik, berkaitan dengan fisik maupun hal2 yang tidak penting lainnya (memplesetkan nama, dll). Ya, sebenernya ini potret masyarakt kita yan ggemar menghina, rendah diri dan sok tau. Ya, kuran glebih jadi versi talk
show nya srimulat, trademark-nya kan menghina, berkata kasar, trus bermain fisik.

Dengan kesuksesan tukul sekarang, tentunya dengan ukuran keberhasilannya memiliki pendapatan yang besar, soalnya saya kesulitan mengukur kesuksesan acar itu dalam pencerdasan bangsa, dia telah berhasil menggunakan tema2 rakyat kecil, dalam hal ini ndeso, orang kampung yang gak tau apa-apa tapi sok tahu. Dari segi pendapatan, kali ini tukul sudah tidak ndeso lagi, dari segi popularitas apa lagi. Mudah-mudahan acara empat mata semakin lebih baik lagi, walaupun pesannya hanya ingin menghibur, penting sekali kalau menghibur itu tetap dalam kerangka
memberikan pendidikan, pencerdasan dan bisa menjadi bahan introspeksi bagi penontonnya. Buat para penggemar tukul, silahkan menonton tiap hari senin-jumat jam 21.30, jangan dilewatkan. Buat saya dan yang tidak menyukainya, silahkan ganti channel atau tutup mata untuk empat mata.Piss…

GTO, efektifkah?

May 22nd, 2007 by triyogo

Belum lama ini, PT Jasa Marga khususnya Cabang Purbaleunyi mengimpleemtasikan suatu teknologi di gerbang masuk Baros dan Pasteur yang berkaitan dengan pelayanan jalan tol. Teknologi tersebut mereka namakan GTO (Gerbang Tanpa Orang). Teknologi tersebut secara ringkas memiliki fungsi untuk menggantikan orang yang bertugas memberikan tiket masuk bagi pengguna jalan tol menjadi semi otomatis. Menagap saya katakan semi otomatis? karena pengambilan tiket tersebut
masih membutuhkan effort pengguna jalan tol, yaitu dengan memencet tombol terlebih dahulu baru  tiket tersebut keluar, jadi tidak otomatis bukan. Entah apa tujuan dari PT Jasa MArga menerapkan teknologi ini, padahal di luar negeri, malaysia saja contohnya, mereka sudah menggunakan teknologi RFID (Radio freq Identity) untuk membuat efektif dan efisien pembayaran jalan tol. Kalau boleh menerka, PT Jasa Marga hanya ingin menggantikan operator pemberi tiket dengan mesin sehingga operator tersebut bisa ditugaskan hanya fokus pada pembayaran. Akan tetapi teknologi ini menyisakan beberapa kelemahan, yaitu :
- Hanya melayani satu jenis golongan mobil
- Tidak mengurangi antrian, karena waktu pengambilan tiket secara manual maupun semi otomatis tidak jauh berbeda
-Rentan kekeliruan pengguna jalan tol dalam memilih gerbang

Tampaknya PT Jasa Marga masih belum berani dalam melakukan perubahan proses bisnisnya, sehingga teknologi yang diterapkan dalam pelayanannya tidak memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Yang jadi maslaah sebenarnya adalah antrian pembayaran tol, karena berbagai macam variasi tarif dan jenis kendaraan, jikalau PT Jasa Marga jeli atau mau buka mata, seharusnya proses bisnis ini yang harus menjadi perhatian. Dampaknya memang terasa kalau RFID jadi pilihan dalam pembeyaran tarif tol, yaitu tidak ada lagi petugas jalan tol di tiap gardu, mungkin hanya menyisakan beberapa sebagai ‘helpdesk’. Ya, mau tidak mau ini harus menjadi perhatian karena berhubungan secara alngsung dengan core bisnis yang mereka jalankan, services..zaman gini, services tidak berbasiskan kepuasan konsumen ya siap2 aja ditinggalkan pelanggan, tapi untuk kasus jalan tol yang mau tak mau pemainnya ga punya saingan, maksimal juga kena kritik pengguna, paling banter di surat pembaca atau blog seperti ini. Ya, pada akhirnya klo ditanya efektif kah GTO perspektif pengguna? jawaban saya tidak!! TErus terang saya lebih memilih gardu yang dijaga orang, karena effort saya untuk mengambil tiket, yang harus memencet tombol, kemudian mengerahkan tenaga lagi untuk mengambil tiket di
output sebelah tombol, saya rasakan tidak sesimpel ketimbang menyambar tiket yang diberikan petugas tol,hehehe

Aku(manusia) adalah setan (itu sendiri)

March 19th, 2007 by triyogo

AKu adalah makhluk kotor

kuasa menjelma menjadi anjing

yang najis dan haram untuk disentuh

Keserakahan adalah mata hatiku

Kesombongan adalah ruh hidupku

Nafsu kotor adalah peganganku

Ooooh..jiwa yang kering..

Anganku bersemayam dalam jiwamu

MErobek, mengoyak keintiman dengan penguasa segala penguasa

Membunuh semua nurani, memperkosa akal sehat hingga berpeluh

Akulah anjing itu

Yang menjilati dengan liur najis perbuatan

Yang mengawal kenistaan buah pikiran

Tuanku…

Pelihara aku dengan nafsumu

Hakekat Hidup

March 11th, 2007 by triyogo

Di sela langkah kaki magrib hari ini, aku sempat merenung..tak cukup lama memang perjalanan dari masjid itu sampai ke rumah, tapi ada hal yang sangat berarti, yang setibanya di rumah menggerakkan tanganku untuk mengetik buah dari renungan akal dan hatiku saat itu. Hidup…seperti banyak orang katakan penuh misteri, sebagian yang lain mengatakan ini adalah permainan, sandiwara, dll..Mengartikan hidup aku pernah terjerumus dalam kebatilan berpikir, suatu waktu aku pernah menyesali hidup..yang dihadapkan reward and punishment surga dan neraka, di benak saat itu berkata..Aku gak pernah minta hidup, kok dikasi dunia, mana pasti masuk neraka lagi. Niatnya pun dah ga minta hidup apalagi ketika menjalani hidup. Seringkali kita menjadikan semua yang ada di dunia ini adalah tujuan.

DI mulut memang kita berjanji untuk menggapai akhirat, tapi tidak dalam perbuatan. Sudah berapa sering setiap melakukan segala sesuatu dengan tujuan sesuatu yang fana, berharap dari makhluknya atau ciptaannya. KIta mencari titel, belajar untuk mengejar nilai dengan tujuan menyombongkan diri di hadapan yang lain, mengambil level pendidikan yang lebih tinggi untuk menjumawakan diri, bekerja untuk mencari uang sebanyak-banyaknya agar bisa beli ini beli itu, tentunya hal-hal yang sebelumnya hanya menjadi angan-angan  bagi kita. Wajar memang sebagai manusia, tapi apakah itu yang semata-mata kita cari, lalu apa manifestasi tujuan akhirat kita. PAda hakekatnya, harta, istri yang solehah, keluarga yang harmonis, kehormatan yang kita dapatkan merupakan akibat atau bonus sekaligus cobaan yang diberikan Allah pada kita setalh kita berusaha. Dengan perumpamaan yang ekstrim sebagai berikut. Kita mendapatkan ijazah dan titel di perguruan tinggi hanyalah merupakan akibat dari kita belajar dengan keras . Mendapatkan nilai itu bahkan layaknya miniatur hidup..ada yang belajar keras tapi nilainya ga sesuai yang diharapkan, ada yang belajar biasa2 nilainya lebih dari yang diharapkan, ada yang belajar keras nilaipun bagus, belajar malas nilai buruk. Jika tujuan kita adalah ijazah dan titel jelaslah kondisi tersebut akan sangat mengganggu bahkan bisa menuhankan dosen pemberi nilai, entah takut ataupun jadi penjilat. Ijazah dan titel itu hakekatnya hanyalah sebuah akibat dari usaha kita mencari ilmu di institusi tersebut, bukan tujuan kita. Dan akibat itu pun bisa menjadi sebab bagi kita, apakah kita akan menyombongkan diri atau kah menjadi sarana kita untuk berbuat baik dan menggapai ridho Allah. Kunci dari itu semua adalah niat yan tulus dan keikhlasan dalam setiap melakukan perbuatan, tindak tanduk dan baik sangka terhadap apa yang TUhan berikan pada kita.

Tuhan, bimbinglah kami untuk bisa selalu belajar memahami dan bersyukur atas segala pemberian MU.

luv u…

March 2nd, 2007 by triyogo

Foto_2new

Setiap kuingat dirimu, kenangan indah dan sedih, aku menangis….

Aku mencintaimu…….mom…

Tragedi Hari Kamis

March 2nd, 2007 by triyogo

Pernahkah kita merenung..memahami lebih dalam sejarah Rasulullah Muhammad saww sebagai pembuka tabir kebenaran dan kebaikan cahayanya. Kutemukan kesedihan, awan berselimut kegelapan di masa depan ajaran Islam, saat tragedi itu terjadi. Tragedi itu jatuh pada hari kamis, hari dimana Rasulullah saww sedang melewati hari-hari terakhirnya bersama umatnya.Hari ketika Rasullullah hendak menuliskan wasiat bagi umatnya agar selamat dan tidak akan tersesat, akan tetapi khalifah kedua yang selama ini aku dengar keagungannya berkata.."Muhammad dalam sakit yang keras, dia sedang mengigau, cukuplah kitabullah bagi kita".. Ya Allah beberapa tahun lalu aku pernah mendengar kisah ini, tapi aku berpaling, aku tak belajar dari sejarah, memahami pesan Tuhan, apakah diriku telah kafir?? berpaling dari kebenaran yang tampak? Syukron,..kejahilan dalam diriku akan keMahaan-Mu sedikit demi sedikit sirna dan kecintaanku pada manusia paripurna sedikit demi sedikit bertambah. Sejarah yang begitu menyentak, seakan tak percaya, ucapan seorang utusan Allah, manusia suci didebat oleh seorang manusia  yang jika tidak ada Ali maka celaka. Kenyataan sejarah dan pemahaman yang begitu dalam sangat menyakitkan bagiku, yang selama ini selalu mendengar hanya dari satu sisi tanpa berusaha mencari mengapa kepemimpinan dalam Islam begitu rapuh, padahal  pada awalnya, Islam dipimpin oleh Rasulullah yang merupakan pimpinan, panglima perang, pelayan, utusan, ulama yang tiada bandingannya. Tabir itu sedikit demi sedikit terkuak, siapa yang sesungguhnya ingkar sunnah itu, siapa sesungguhnya yang harus diikuti sepeninggal Rasulullah saww…

Kenangan itu…

February 25th, 2007 by triyogo

Hadir kembali di acara itu, walaupun hanya sekedar berkunjung, menguak kembali kurang lebih 2 tahun yang lalu ketika aku menjadi bagian dari seremoni itu. Hari dimana kedua orang tua, keluarga besar dan teman-teman peserta seremoni memberikan apresiasi, mengucapkan selamat dan mengabadikan diri bersama. KEnangan diriku mungkin tidak sama dengan orang kebanyakan… Hari yang melelahkan itu kulalui hanya dengan kehadiran ayahandaku…dari raut mukanya aku rasakan kesedihan itu, teringat ibunda tercinta yang tak kenal lelah, perhatian dan kasih sayangnya mendukung hari-hari beratku sebagai mahasiswa, aktivis sekaligus seorang anak yang masih sering merengek, manja dan sering berargumen khas anak muda…ya…beliau tidak hadir sebagaimana diriku dan ayahandaku hadir..tak cukup kiranya,di kejauhan..berbaring di sebuah kamar di rumah sakit yang sama ketika Ibunda meninggalkanku…kakak yang sering menghiburku dengan kecerewatan khasnya pun terbujur lelah pasca operasi..bagi teman2 yang lain hari itu begitu cerah, bagiku kelabu…bagi sahabat2ku hari itu sangat bermakna, bagiku kering…bagi peserta seremoni yang lain lain hari itu indah, bagiku itu adalah rentetan kesedihan yang harus kujalani…Senyum..tawa..senda gurau saat itu adalah kerja kerasku menutupi semua kesedihanku..Ya..aku teringat kembali momen-momen itu, tepat sehari yang lalu….

Buat aisz, tata, ummi dan teman2 yang lain, selamat…berbahagialah kalian..

seremoni itu…

February 25th, 2007 by triyogo

Masih seperti itu..semrawut, tidak teratur dan kumuh. iba rasanya melihat seorang ibu yang berpakaian terbaiknya harus terpaksa duduk di trotoar , seorang bapak dengan jas yang rapih harus selalu berdiri bersandar di tembok sembari sesekali berjongkok dan mencari tempat singgah untuk duduk. Di sudut lain ada seorang pedagang yang berjualan sndal bermotif kucing dan kelinci buat anak kecil, penjual teh botol, pedagang tahu gejrot sampai pulpen berukir nama berjejer mengais rejeki di momen puncak itu. Entah apakah kekhidmatan itu masih tersisa di tengah seremoni yang kembali memungut biaya dari pesertanya, dikompensasi dengan sebuah map ijazah tak bermakna, sehelai jubah mirip saringan santan, sebuah topi yang mengkerut jika dicuci, dan atribut ritual lainnya yang bermakna sebanding dengan penyelenggaraan seremoni yang mengecewakan.

Yah..aku datang lagi ke seremoni itu, sekadar mengucapkan selamat untuk beberapa temanku..dan kebetulan berjumpa dengan beberapa orang yang kukenal..Tak ada perubahan berarti….dan aku membayangkan institusi ini ibaratnya seperti mesin pencetak kue yang makin lama makin berkarat, presisinya berkurang, dan menghasilkan kue yang rasanya makin aneh, tanpa kreativitas, inovasi dan maintenance..JIkalau ke tempat seseorang, nilailah kualitas penghuninya dari kamar mandinya, jikalau pergi ke suatu masjid perhatikanlah kebersihan WCnya sebagai manifestasi dari keimanan jamaahnya, mungkin aku bisa berkata, jika ingin menilai kualitas suatu universitas dan pengelolanya maka lihatlah acara wisudanya….

Rahmat Tuhan

February 23rd, 2007 by triyogo

Pandanglah segalanya dari Allah, baik diterima maupun tidak diterima,

Dari rahmat ia memulai dan kepada rahmat ia kembali

Dari rahmat yang dicipta datang, dan kepada rahmat mereka pergi, Inilah rahasia cinta, yang membingungkan akal

Segala ciptaan terlahir dari fitrah Keesaan Ilahi,

Syirik ini soal kecil, dan yang kecil itu sirna. Kebijaksanaan berkata: Tetap bersembunyilah rahasia kebenaran;

Apa yang akal si penyibak lakukan dengan cinta, menyibak tirai-tirai?

Pandanglah kisah apa adanya dan yang akan terjadi jadi sebuah titik, Adakalanya titik ini naik dan adakalanya turun.

Tiada lain melainkan aku yang berjuang dalam memegang amanah, Baik kau sebut aku lalim atau kau sebut aku bodoh.

(Aqa Muhammad Ridha Qumsyi’i)